Rabu, 29 November 2023

Tampaknya corona yang mewabah dua tahun lalu belum sepenuhnya mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sadari atau sadar diri saat sakit. Mengapa demikian? Karena masih banyak ditemukan orang-orang yang sakit-yang disebabkan virus- berseliweran di mana-mana tanpa masker, bahkan untuk sakit  kategori berat pun masih belum mau menahan diri untuk tidak keluar rumah sementara. Apakah jenis virus hanya corona saja? Bukankah masyarakat yang sudah teredukasi ini sudah mengetahui bahwa sangat banyak jenis virus di luar sana yang siap menyebar jika sikap sadari tadi tidak ada. 
Memang, tertular atau tidaknya kita oleh suatu penyakit adalah kehendak Allah. Namun, hal tersebut bukan berarti menafikan sebuah usaha untuk tetap memikirkan kemaslahatan bersama di atas ego sendiri. Wallahu a'lam

Selasa, 24 Oktober 2023

Ibu dan Harapan

Anak-anakku masih sangat kecil. Sehingga aku berharap memiliki umur panjang. Agar banyak waktuku untuk mengukir memori indah bersama mereka. Meski banyak juga salahku, tapi aku berusaha terus memperbaiki diri agar perasaan mereka tak tersakiti . 
Aku selalu takut, jika tak ada satupun kenangan manis di kepala mereka tentangku. Tersebab ketidaksempurnaanku, kelalaianku dalam amanah besar ini.  Sungguh aku takut jika aku cepat berpulang, dan mereka masih kecil. Hal baik apa yang sudah ku tanamkan di pikiran mereka, kenangan manis apa yang tersimpan erat di memori mereka tentang ibunya. Apakah nanti ketika mengingat kata ibu membuat mereka terharu dan bahagia? Atau mungkin sebaliknya, kata 'ibu' hanya mengundang luka di hati mereka karena dulu begitu banyak didera kekecewaan. 
Ya Allah, sungguh berat amanah ini. Banyak hal di dunia ini yang membelenggu seorang ibu dalam tugasnya. Banyak hal yang bisa merusak perasaannya. Sehingga ibu harus berjuang sedemikian rupa untuk menstabilkan dirinya, emosinya. Agar tetap waras, dan memberikan segala cinta dan kasih sayangnya dengan kewarasan itu. Bukan dengan cara yang di luar nalar. 
***
Semoga para ibu memiliki umur panjang, dan bisa terus mengukir banyak kenangan manis, yang selamanya selalu tersimpan rapi di hati anak-anaknya.
Dan jika ibu cepat berpulang, semoga kelak ketika dewasa memori anak tetap bisa menjangkau kenangan itu, biar pun samar, tapi dengan rasa yang begitu kuat. Bahwa ibu sangat menyayangi dan mencintai sepenuh hatinya. Bahwa ibu menimang penuh cinta, menyusui, mendoakan, mengajarkan banyak hal baik di 100 hari pertama kehidupannya. Semoga **

Rabu, 16 Agustus 2023

Untuk Pagimu

Moms, harus disadari, tidaklah mungkin jika setiap hari di sepanjang bulan dan tahun yang kita lewati selalu berjalan dengan sempurna. Tidaklah mungkin setiap pagi di tiap hari kita selalu berakhir mulus tanpa hambatan dan halangan. Akan ada saatnya harapan tidak sesuai dengan kenyataan, ada usaha yang pada akhirnya tidak sebanding dengan hasil akhir yang diinginkan. 
Namun satu hal, dalam hal ini perlunya sikap menerima. Ya, menerima apapun yang terjadi. Karena dengan menerima kita bisa lebih tenang dan tidak dihantui oleh rasa kecewa yang bisa saja berujung pada sikap menyalahkan diri sendiri. Jelas itu tak baik untuk kesehatan mental kita sebagai ibu dan istri dalam keluarga. 
***
Moms, katanya, mood pagi bisa menjadi penentu bagus atau tidaknya mood kita di siang hari hingga petangnya. 
Aku punya trik bagaimana kita bisa sukses memperjuangkan  waktu pagi  agar mood kita bisa baik sepanjang hari. 
Moms, kita semua sama-sama tau, pagi adalah waktu sepak terjangnya para ibu dalam mempersiapkan segala kebutuhan keluarga. Mulai dari urusan perut;  memasak, menghidangkan, dan memasukkan bekal ke kotak bekal. Juga mempersiapkan pakaian suami dan anak-anak. Memandikan anak-anak. Dan aktifitas bersih-bersih yang juga tak bisa diabaikan agar ketika pulang bekerja suasana rumah sudah dalam keadaan nyaman menerima kedatangan kita yang super lelah. 
Nah moms, gimana caranya agar kita bisa me-manage semuanya dengan hati dan pikiran yang tenang tanpa dirusak oleh omelan dan segala rasa cemas karena semuanya harus tuntas dan kita sekeluarga bisa berangkat dan sampai di tujuan masing-masing tepat waktu. 
Tips dari aku, pertama; mulai dengan doa di waktu subuh yang mulia, agar apapun yang kita lalukan di hari dimudahkan Allah dan mendapatkan keberkahan dari-Nya. Kedua ; mulai aktifitas dengan bismillah lalu jalani step by step nya dengan tenang dan dengan manajemen waktu yang tepat. Tenang aja moms, jangan grasak grusuk di kejar waktu. Karena sejatinya waktu tidak mengejar kita, dia berjalan seperti biasa aja kok. Ketiga; buang jauh-jauh semua pikiran negatif (takut pekerjaan banyak yang ke-skip dan tidak selesai, takut terlambat dan lain sebagainya). Keempat; bagi keluarga mandiri, perlu bagi tugas dengan suami karena kita berdua adalah team. Sepakati pembagian tugasnya agar di paginya langsung ambil posisi untuk menghindari pergesekan. Kelima; jika ada kendala diluar dugaan seperti anak rewel dan lain-lain, hadapi dengan tenang, jangan sampai menguras emosi. Tarik nafas, lalu keluarkan. Jika gagal, emosi akhirnya kepancing juga. Ya sudah diam sejenak, lalu peluk anak dan minta maaf kepadanya. Kita tidak harus sempurnya moms. Tapi kita harus terus belajar. Keenam ; Terima hasil akhir dengan lega hati. Jika berakhir sempurna, jelas itu bonus yang diharapkan. Kalau ujungnya belepotan, ya udah terima saja dan jangan ngedumel di hati apalagi ke suami hehe. Bukankah semuanya adalah akhir dari sesuatu yang diusahakan sepenuh hati? Teruslah bersyukur atas anugerah di hari itu. Bahwa kita masih memiliki kemampuan mengusahakan kebaikan untuk keluarga yang dicintai. 
Ini betulan tips yang sudah kumulai. InsyaAllah pagi bisa dilalui dengan tenang, pikiran positif tanpa ada rasa cemas berlebihan. Semoga bermanfaat ya moms. Barakallahu fikunna.. 
***
Ternyata, sikap grasak grusuk atau tergesa gesa yang kita yakini bisa mempercepat langkah itu malah membuat waktu yang kita punya kian sempit lho moms. Ketergesaan itu beriringan dengan kecemasan yang membuat kita rentan membuat kesalahan. Sehingga waktu tersita untuk hal yang tidak bermanfaat. 
Tapi jika semuanya dikerjakan dengan tenang dan terus berpikiran positif, waktu yang kita punya terasa lapang dan panjang. Silakan dicoba... 

Minggu, 23 Juli 2023

Inner Child Effect

Hello world, 
Merasakan jatuh bangun dalam proses konstruksi mental akan menjadi pengalaman unik dan menarik. Dalam dimensi waktu yang sangat panjang dan tak berbatas, ada proses tarik menarik antar banyak variabel kehidupan. Bagaimana menata hati dalam pengaruh ego. Bagaimana menyelaraskan logika dan perasaan sampai kita mampu menarik benang merah dari setiap goncangan. 
Hai, sungguh tak pantas jika hal ini dikategorikan sebagai proses yang mudah. Lagi lagi, Masing-masing kita punya latar belakang yang berbeda. 
Membayangkan bagaimana kehidupan membentuk mental dan karakter kita, menjadi "manusia" seperti apa kita hari ini.  Adalah buah masa lalu yang panjang dengan segala intrik yang ada. Jelas, ini tak mudah. 
Dan juga, bagaimana caranya kita bisa tuntas dalam memutus mata rantai kepahitan yang ada di diri kita dan tidak lagi menularkannya ke generasi berikutnya. Sementara luka masa kecil, sadar atau tidak kita sadari telah membentuk diri kita hari ini. Mungkin suatu waktu kita dibuat tercengang, karena ternyata cara kita memandang sebuah masalah dan cara kita menyelesaikan masalah  memiliki pola yang sama dengan generasi sebelum kita. Atau bahkan kata-kata yang kita gunakan untuk meluapkan emosi itu pun sama. Hingga akhirnya kita sadar bahwa ternyata karakter kita saat ini adalah warisan yang mau tidak mau, suka atau tidak suka kita terima dari generasi sebelumnya. Tentu ini bukan dalam rangka menyalahkan mereka yang terdahulu atas mental kita saat ini. Namun semata hanya untuk merunut;  kenapa dan bagaimana. Hanya berbicara penyebab, proses melewati, hingga menemukan solusi. 
Lantas apa yang perlu menjadi perhatian penting kita di hari ini? Bagaimana kita hidup dengan karakter yang kita bawa? 
Aku punya kesimpulan bahwa kita akan selalu butuh pada upgrading dan improvisasi diri. Butuh ketahanan, dan kekuatan untuk bergerak dan keluar dari keterpurukan mental. 
Kalau jatuh, bangkit lagi. Jatuh lagi bangkit lagi. Terkadang kita harus putar balik menuju titik nol di mana dulu kita memulai.
Dan jika berbicara diri pribadi manusia, tidak bisa lepas dari lingkungan sekitarnya. Support systemnya. Ya, kita butuh motivasi in dan eks. Namun motivasi dari dalam diri itu lebih bertahan lama dibandingkan dari luar. Tidak ada yang bisa menjamin alam ini tidak berubah bukan. Namun, apa yang ada di dalam diri kita bisa kita tata dan atur semau kita. 
Baiklah, sudah terlalu larut, mari tidur. 
Salam sehat dari aku, untukmu, untuk kita. 

Kamis, 22 Juni 2023

Toleransi Rasa

Tak baik menurut kita, bisa jadi baik bagi orang lain. Lucu ya muqoddimahnya?
Sedikit menanggapi berita yang tak sengaja kebaca. Dari CNBC ; Mantan ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (apindo) mengatakan bahwa pengusaha pusing karena pemerintah memberikan libur panjang untuk idul adha di tahun 2023 ini. Katanya, penambahan libur mengakibatkan biaya produksi bertambah  dan berimbas pada produktivitas. Bagi perusahaan yang lagi banyak pesanan, mau tak mau tetap produksi, jadinya harus keluarin banyak uang untuk lembur pekerja. 
Dan katanya lagi, harusnya pemerintah mengajak rakyatnya untuk tak bermalas-malasan dengan seringnya libur. Dan harusnya lagi pemerintah mestinya meningkatkan daya saing dengan negara lain untuk meningkatkan produktivitas. Waktu kerja di Indonesia 40 jam per pekan saja sudah kalah dengan negara-negara pesaing, dengan banyak libur maka jam kerja pun makin berkurang. 
Helo bapak, terlepas dari alasan 'kepercayaan' saya, saya mencoba menanggapi dari sisi yang setara. Bapak pengusaha, dan saya guru. Pengusaha dan guru adalah profesi. 
Bapak, Saya ini guru sekolah swasta yang belajarnya full day. Dari senin sampai jumat. Seringkali, jadwal libur semester baik di ganjil dan genap harus kepotong untuk lokakarya atau workshop biar kualitas guru selalu meningkat dari tahun ajaran ke tahun ajaran berikutnya. Biar makin profesional mengaplikasikan kurikulum yang kerap kali berubah. 
Jujur, kami ada masa lelahnya. Dan butuh hadiah libur panjang yang mungkin saja hanya sekali ini dapatnya, bisa jadi kebijakan tahun depan beda lagi. Taulah ya. 
Lebih dari itu bapak, output kami bukan barang, bapak. Tapi manusia yang cerdas dan berakhlak mulia. 
Bapak bisa coba bayangkan deh. Jika kami kekurangan libur, yang jelas kami tidak punya waktu untuk "memanjakan diri"  kami pak. Tidak punya waktu untuk "healing" setelah menghadapi ruwetnya problematika mendidik dan mengajar di sekolah. Kami dituntut untuk mengedepankan " Service excellent" juga lho pak. Gimana caranya kami melayani dengan baik dan maksimal, sementara tubuh dan pikiran terus meronta minta rehat sejenak. 
Atau, jika terus kami paksa. Kami bisa cacat dalam pelayanan, atau lebih halusnya tidak maksimal dalam menjalankan fungsi sebagai pendidik. Sebagai imbas dari tidak stabilnya emosi dan tidak fitnya jasmani. 
Maksud saya begini lho pak. Bapak rugi dari segi materil, kami pun juga rugi di segi itu, kan karyawan swasta. Rugi bapak secuil dari yang banyak. Rugi kami bisa jadi banyak dari yang secuil. 
Jadi, bertoleransi perasaan lah dengan kami bapak. Jangan ngeluh. Cuma 5 hari saja. Berlapang dadalah untuk sedikit kesenangan kami. 
Jika kami senang, pikiran tenang, semoga maksimal juga usaha kami dalam mencerdaskan anak bangsa ini.

Sabtu, 24 Desember 2022

الأم ومشاعرها

للأم مشاعر ووظائف متعددة ومختلطة. من هذه المشاعر تعلقها بتربية الأبناء. أحيانا تفكر الأم بأن تخفي عن الناس غضبها وحزنها حتى لا يعلمون شيئاً عن المشاكل التي تعانيها. فتنسى بذلك أنها إنسان أيضا. فالإنسان لا يبتسم ويسعد طول حياته فقط بل يحزن تارة ويفرح تارة أخرى وهكذا تستمر الحياة.

وعلي هذا فلا يجب علي الأم أن تحتفظ بمشاعرها السلبية دائما بداخل قلبها فقط لأنها بذلك ستشقي نفسها ومن حولها.
أليست الأم عماد الأسرة ومركزها؟
أيها الأم ابكي! إذا كان قلبك ملئ بالحزن فالبكاء يغسل حزن القلوب و اغضبي إذا أردت أن تغضبي! لكن لا تنسي أن تفعلي ذلك بطريقة حسنة.

****
من وظائف الأم في البيت تربية الأبناء. وهذا أمر صعب وثقيل جدا. فنحن نعرف أن الأم هي المدرسة الأولي وأنها تحمل هذا العبء وحدها علي ظهرها.

فإذا كانت الأم تعمل في البيت فإن ذلك ييسر عليها أن تهتم بأبنائها في كل وقت وتلعب معهم وتعلمهم النظام و التخطيط.
و لكن إذا كانت الأم تعمل خارج البيت أي في المكتب أو المدرسة أو في أماكن أخرى نشأت لديها مشكلة.

فهي لن تستطيع أن تهتم بأطفالها اهتماما كاملا وستكرس وقت راحتها شعورا منها بمسؤوليتها تجاه أطفالها من أجلهم أيضا رغم ضيق الوقت وبهذا لن تكون هذه الأم في أحسن حال ولن تؤدي مهام بيتها و أطفالها علي أكمل وجه لأن الوقت المتبقي للأسرة يصبح ضيقا و قصيرا وغير كاف.

"وما تختار في حياتك اختيارك"
لعل الله يعطيها الأجر والثواب علي تضحياتها الكبيرة كما يجزي الأم التي تعمل في المنزل.

ببادنج،  2022

Sabtu, 06 Agustus 2022

Akhirnya..

Di hari ketika gadisku tidur lelap. Di hari kutemukan sedikit ruang untuk sejenak berkontemplasi, beramah tamah dengan diri sendiri. Karena untuk aku, berdiam di keheningan sambil merenung, menelaah, hingga menemukan sebuah pemahaman adalah refreshing yang paling memberi arti dibandingkan keluar lalu ngobrol lepas dengan teman.

***
Jujur, aku lelah.
Bukan untuk mengeluh, sekedar menegaskan bahwa aku manusia.
Di awal kehadiran gadis, kehidupanku memasuki pancaroba. Pekerjaan di luar stop sementara, dan aku mulai kesibukan baru di rumah dengan tiga krucil yang sepanjang hari ada saja tingkahnya. Seketika semua berubah dan bikin syok terapi di awal.
Ĺelah fisik, itu pasti. Karena harus bisa multitasking yang lebih dari hari-hari biasa.
Lelah fisik sebenarnya tidak masalah jika hati tenang. Namun menjadi masalah jika kelelahan sudah mencapai batas, sisi emosional tak wajar akan mulai bereaksi. Nah inilah yang menjadi titik perhatianku supaya aku tetap waras.
Di pekan pertama gadis, aku sama sekali tidak ada waktu untuk diri sendiri. Karena semuanya sedang beradaptasi. Jadwal tidur gadis, jadwal bangunnya masih random. Kadang bisa nangis seharian.
Tapi, di minggu kedua ketiga dan keempat semua mulai teratur. Tapi tetap aku masih belum bisa bersantai, menikmati waktu dengan diri sendiri.
Yang aku butuh bukan jalan-jalan ke pantai, bukan shoping di mall, yang aku butuh adalah waktu yang sejenak,  yang tenang, hening, dan sunyi.
Waktu itu akan kuisi dengan menulis. Menulis apa saja. Karena bagiku Writing is healing. Selain menulis, aku suka baca laman psikologi di instragram. Kadang, suka berbenah juga.

***

Penting memelihara kewarasan bagi ibu-ibu pasca melahirkan. Jika emosi stabil, segala pekerjaan bisa dikerjakan dengan tenang tanpa merasa dikejar-kejar, dan segala masalah bisa diatasi dengan tenang.
Penting juga untuk segara istirahat jika lelah. Temukan waktu istirahat yang tepat, lalu minta bantuan suami untuk mengambil alih tugas sementara. Ingat bahwa kita tidak sendiri.

***

Terima kasih gadis, hari ini pertama kali umi punya timing yang pas untuk diri umi sendiri.
Terima kasih untuk tidak rewel.**