Tiga orang adik beradik duduk santai di ruang keluarga. Mereka sedang mendengarkan petuah umi tentang " Larangan bermain game adalah tanda cinta orang tua".
Umi dan anak-anak terlibat tanya jawab yang seru. Umi dengan sabar menjawab semua pertanyaan agar semua alasan bisa diterima oleh akal si kecil.
Di tengah obrolan, si gadis bungsu tiba-tiba memukul usil kepala si tengah tanpa alasan apa-apa. Niatnya bercanda. Abang yang kesakitan langsung membalas dengan cara serupa.
Obrolan terhenti karena kerusuhan kecil itu. Si sulung yang menyaksikan ulah adik-adiknya lalu melontarkan kalimat pendek yang menggetarkan. " Ingat surat an nahl ayat 126, dek! "
Surat an nahl?? Bercerita tentang apakah itu?
Umi menyuruh si tengah membuka dan membaca ayat tersebut.
وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُوا بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُمْ بِهِ ۖ وَلَئِنْ صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِلصَّابِرِينَ
"Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar"
Umi sangat tersentuh, karena perintah yang spontan terucap dari lidah si sulung.
Umi pun bertanya, " Tau darimana bang? "
Abang tau dari mudir. Mudir salah satu sekolah sunnah tempat si sulung menimba ilmu.
MasyaAllah, tausiyah jumat yang hanya 15 menit. Mendengarkan sambil berdiri di lapangan. Kadang berpanas- panasan. Capek. Namun, satu ayat berharga bisa menempel dalam memori anak kecil ini.
Dengan satu ayat ini pula, dia bisa menasehati adik-adiknya untuk bersabar.
Seingat umi, sudah beberapa jumat mudir absen memberikan tausiyah. Entah tausiyah kapan yang didengarnya. Berarti nasihat ini sudah lama dan masih tersimpan rapi di ingatan si sulung. Semoga Allah selalu menjaga hati si sulung sehingga ayat-ayatNya terpelihara di dalam hati. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar