Sabtu, 12 September 2026

Nasyid -menemani remajaku

Nasyid ini melintas di masa 2002-2008, nasyid perpisahan dengan teman. 

Brothers

Untukmu teman

Di sini kita pernah bertemu

Mencari warna seindah pelangi

Ketika kau menghulurkan tanganmu

Membawaku ke daerah yang baru

Dan hidupku kini ceria



Kini dengarkanlah

Dendangan lagu tanda ingatanku

Kepadamu teman

Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu



Kenangan bersamamu

Takkanku lupa

Walau badai datang melanda

Walau bercerai jasad dan nyawa



Mengapa kita ditemukan

Dan akhirnya kita dipisahkan

Mungkinkah menguji kesetiaan

Kejujuran dan kemanisan iman

Tuhan berikan daku kekuatan



Kenangan bersamamu

Takkanku lupa

Walau badai datang melanda

Walau bercerai jasad dan nyawa



Mungkinkah kita terlupa

Tuhan ada janji-Nya

Bertemu berpisah kita

Ada rahmat dan kasih-Nya



Andai ini ujian

Terangilah kamar kesabaran

Pergilah gelita hadirlah cahaya



Kenangan bersamamu

Takkanku lupa

Walau badai datang melanda

Walau bercerai jasad dan nyawa



untuk selamanya


Nasyid - menemani remajaku

Nasyid ini pertama kali kudengarkan di masa sma di kota kecil padang Panjang Sumatera Barat. Di kamar asrama, di ranjang tingkat atas, dan di akhir pekan. Aku mendengarkan radio lewat Walkman. Aku lupa siaran apa, yang jelas siaran radio islam dari pekanbaru. Sinyal yang sayup-sayup, karena pusat radionya jauh. tapi aku masih bisa menikmati. Berikut nasyidnya :

Muhasabah by alginat

Sinar mentari kian memudar
Lembayung senjapun makin merona
Membias indah kewajah rembulan
Yang malu-malu menatap sang malam

Untaian bintang berkelip benderang
Menghias angkasa yang gelita
Kucoba arungi malam yang dalam
Didalam dzikir hatiku

Ya Allah, ini malammu tlah singgah
Kedalam hati hambamu yang resah
Ya Allah, lukisan malammu nan megah
Iringi daku sujud bermuhasabah

Sinar mentari bersinar lagi
Menyapa kilauan siembun pagi
Kicaiu kenari sapa melati
Menjadi melodi warnai hari

Langit biru berhiaskan awan
Mengajak sang surya menjadi terang
Hangat sinarnya beri harapan
Tuk isi hari yang tlah kau beri

Ya Robbi, siangmu kini kembali
Kan kucari rizki dan taqwa diri
Ya Robbi, kini kian aku sadari
Dimalam dan siang hari