waktu tak lagi terarah
kalang kabut
penat menyapu pelupuk mata
lelah kalahkan semua
kamar sunyi, 04112010
oleh : ulfa yassirli
Kamis, 09 Desember 2010
Rabu, 08 Desember 2010
trainer jalanan
aku seorang trainer jalanan
sepanjang derap langkahku
telusuri dunia jelata
pengemis tuakah?
anak-anak berwajah kumal kah?
ku tau mereka butuh kata
butuh sosok pemberi asa
semangat dalam hidup
walau mereka dianggap tak ada
padang, 081210
sepanjang derap langkahku
telusuri dunia jelata
pengemis tuakah?
anak-anak berwajah kumal kah?
ku tau mereka butuh kata
butuh sosok pemberi asa
semangat dalam hidup
walau mereka dianggap tak ada
padang, 081210
Minggu, 05 Desember 2010
atheis
siapa itu Tuhan
kami tak kenal
logika segalanya
apa itu agama
agama bak candu
sebuah penawaran ilusi
stooooop!
berhenti kau bicara
lihat dirimu
kau telah buta nyata
padang, 28 november 2010
kami tak kenal
logika segalanya
apa itu agama
agama bak candu
sebuah penawaran ilusi
stooooop!
berhenti kau bicara
lihat dirimu
kau telah buta nyata
padang, 28 november 2010
gelisah
ingin kusibaki tirai gelisah ini
tapi pada siapa..?
kekalutan hidup penuh nestapa
kian menghimpitku
lagi prahara cinta
yang tak kunjung usai
aku lelah
setitik kedamaian tak mau bersemi
ia datang, kemudian berlalu
tercampak
bagai semilir angin menerbangkan pasir
kamar sepi, 2008
tapi pada siapa..?
kekalutan hidup penuh nestapa
kian menghimpitku
lagi prahara cinta
yang tak kunjung usai
aku lelah
setitik kedamaian tak mau bersemi
ia datang, kemudian berlalu
tercampak
bagai semilir angin menerbangkan pasir
kamar sepi, 2008
senyum, dimanakah kau..?
menapaki langkah sunyid di ujung malam
mencari yang ada yang tlah lama hilang
segenggam senyum lenyap dari bibir mereka
aku masih terus berjalan
bersama rintik huja yang setia menemani
langkah demi langkah terayun dengan pasti
menanya wajah yang kutemui
pernahkan melihat senyum yang berbentuk tulus
setulus sapaan nurani
seperti ini?
kutunjukkan potret senyum dua dekade lalu
mereka menggeleng
aku masih terus berjalan
menapaki langkah demi langkah
dan..
lalu..
kakiku tertumbuk pagar tua
telah lapuk
terbuat dari batung dikerat dua
pelan-pelan kumasuk
kulihat sebentuk senyuman manis
dari bibir
mulut bergigi ompong nenek tua
dia miskin lagi sengsara
padang, 4 desember 2010
khazinatul asrar
mencari yang ada yang tlah lama hilang
segenggam senyum lenyap dari bibir mereka
aku masih terus berjalan
bersama rintik huja yang setia menemani
langkah demi langkah terayun dengan pasti
menanya wajah yang kutemui
pernahkan melihat senyum yang berbentuk tulus
setulus sapaan nurani
seperti ini?
kutunjukkan potret senyum dua dekade lalu
mereka menggeleng
aku masih terus berjalan
menapaki langkah demi langkah
dan..
lalu..
kakiku tertumbuk pagar tua
telah lapuk
terbuat dari batung dikerat dua
pelan-pelan kumasuk
kulihat sebentuk senyuman manis
dari bibir
mulut bergigi ompong nenek tua
dia miskin lagi sengsara
padang, 4 desember 2010
khazinatul asrar
Langganan:
Postingan (Atom)

