Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2011

untitle


Malam ini telah hadir ribuan kali.
Ia datang, lalu menghadiahinya sebentuk rasa yang sama.
selalu sama semenjak peristiwa itu berlalu

ia tidak ingat lagi sejak kapan malam seperti ini hadir,
air matanya selalu tumpah. Hatinya yang terus diberi beban.
Beban-beban yang tak seharusnya ia tanggungkan.

sungguh Malam-malam ini telah menumbuhsuburkan rasa sakit.
sakit perasaan yang sama sekali tak pernah ia harapkan.

Sabar… sabar...
Hanya kata ini yang mampu membuatnya bertahan,dan,lalu
jiwa dan hatinya dapat larut bersama tuhan

Sabtu, 23 Juli 2011

*Bulan-Bulan Mati*

tak kudapati kecuali bulanbulan
mati di tahun ini. tanpa jasad
tanpa ada warisan ditinggalkan
lalu untuk apa mimpi ditulis
jika hanya memeram
berselonjor malas di atas kapuk
sedangkan bulan, dia akan terus mati
dan berlalu tanpa ada yang dapat dikenang



sajak oleh : ulfa yassirli

(terbit di majalah suara kampus)

*Saat Bom Menjadi Mainan*

aku ditanya oleh ketua geng sekolahku
"mana bommu?"
mari kita bom bonekaboneka tanpa baju di luar sana
esok, lusa, bulan atau tahun depan
bonekaboneka yang terpajang di dekat janur tepian pantai
di hotel mewah berbintangbintang

aku menjawab, "bomku kusimpan hingga jumat
saat azan berkumandang, bom kumainkan"


sajak : ulfa yassirli
(telah diterbitkan di koran kampus)

Jumat, 17 Desember 2010

sajak melankolis 1

mengapa kau tiada
disisiku hampa

adakah kesetiaan itu abadi
mengekalkan kepercayaan

kau tak lagi beredar dimataku
juga tak kunjung berkunjung
jangan tutup celah kebersamaan

jangan pergi.....
walau
jari manismu telah berisi

Kamis, 09 Desember 2010

terkapar

waktu tak lagi terarah

kalang kabut

penat menyapu pelupuk mata

lelah kalahkan semua


kamar sunyi, 04112010

oleh : ulfa yassirli

Rabu, 08 Desember 2010

trainer jalanan

aku seorang trainer jalanan
sepanjang derap langkahku
telusuri dunia jelata
pengemis tuakah?
anak-anak berwajah kumal kah?
ku tau mereka butuh kata
butuh sosok pemberi asa
semangat dalam hidup
walau mereka dianggap tak ada

padang, 081210

Minggu, 05 Desember 2010

senyum, dimanakah kau..?

menapaki langkah sunyid di ujung malam
mencari yang ada yang tlah lama hilang
segenggam senyum lenyap dari bibir mereka
aku masih terus berjalan
bersama rintik huja yang setia menemani
langkah demi langkah terayun dengan pasti
menanya wajah yang kutemui
pernahkan melihat senyum yang berbentuk tulus
setulus sapaan nurani
seperti ini?
kutunjukkan potret senyum dua dekade lalu
mereka menggeleng

aku masih terus berjalan
menapaki langkah demi langkah
dan..
lalu..
kakiku tertumbuk pagar tua
telah lapuk
terbuat dari batung dikerat dua
pelan-pelan kumasuk
kulihat sebentuk senyuman manis
dari bibir
mulut bergigi ompong nenek tua
dia miskin lagi sengsara


padang, 4 desember 2010
khazinatul asrar