Jumat, 05 April 2024

+-#$&

Berada di tengah prahara, tanpa teman atau sahabat. Adalah keadaan yang membuat diri serasa di awang-awang, tak tau apa yang hendak digapai. 
Pikiran kalut, sehingga apapun yang ada di kepala bagai benang kusut. Sulit menyusun alur cerita dari awal hingga akhir. Jangankan menemukan solusi, memikirkannya saja bisa membuat bingung karena tak tau memulai dari mana. 
Sedangkan hati kian gelisah, ingin menemukan ketenangan segera karena hidup terus berjalan dengan rentetan tugas-tugas yang mesti dijalankan. 
Dahulu aku selalu berusaha mendorong diri untuk menormalisasi keadaan. Berusaha memancing kewarasan dengan melakukan aktivitas yang disukai. Seperti ; Membaca Al quran sepuasnya, Ke toko buku,  ke luar mencari angin segar, meskipun hanya duduk sendirian di tepian pantai. Yang terpenting adalah "happy" dulu. Karena sesungguhnya kebingungan dan kekalutan itu ada di dalam hati yang gelisah. Sehingga meski solusinya ada di depan mata, tak akan pernah tampak. 
Aku sama sekali tidak memberi kesempatan diri untuk bersantai sejenak menikmati masalah, yang ada di otakku hanyalah bagaimana caranya harus keluar dari masalah, segera. 
Namun sekarang aku malah berpikir bahwa menikmati masalah itu ternyata diperlukan. Bukan berarti membiarkan diri larut dengan masalah,  berproses adalah keharusan namun dengan tahapan yang sedikit lambat dan tenang. 
Aku merasa caraku yang dulu itu tergolong instan dan tidak menyembuhkan untuk waktu yang lama. 
Mengapa demikian? Sebab aku kurang menghayati sesakit apa pedihnya luka.
Mengatasi masalah sambil menikmati kepedihan dan kepahitan itu seperti menorehkan jejak pengalaman yang terus menempel di kepala. 
Bukannya cepat cepat berupaya membalikkan keadaan, yang untuk saat itu berhasil menyembuhkan, namun beberapa tahun ke depan masih mudah rapuh untuk masalah-masalah  serupa. 
Bagai minum es saat cuaca panas mencekik, dahaga memang lepas, namun esok akan muncul masalah kesehatan yang baru pada tubuh bagian dalam. 
Mari menikmati luka. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar