Rabu, 12 Oktober 2011

H.U.T.A.N.G


Hutang. Pernahkah anda berhutang? Hmm, Saya rasa semua manusia tidak pernah lepas dari berhutang. Agak secuil pun manusia pernah mempunyai hutang. Bukankah begitu?

Apakah itu huta
ng? Taukah anda apakah defenisi dari kata hutang? Secara umum hutang adalah sesuatu yang dipinjam yang harus dikembalikan. Namun ada juga dikenal istilah hutang budi yang berarti menerima kebaikan seseorang hingga merasa harus membalas kebaikan tersebut.

Membahas mengenai hutang, bagi saya itu sangat menakutkan. Apalagi jika pada saat itu saya sedang mempunyai hutang yang belum saya bayarkan. Syukur-syukur jika yang akan dibayarkan itu ada, jika tidak? Wah, semua itu akan membuat hati menjadi deg-degan. Bahkan merasa ketakutan.

Saya rasa untuk sekarang ini hutang bukan lagi menjadi kebiasaan. Tetapi sudah meningkat tarafnya menjadi suatu kebudayaan. Bagaimana tidak, sejak jaman dulu kala kegiatan hutang mengutang sudah mulai dilakukan. bahkan hutang itu pun diwariskan. Contohnya saja di negara kita, seorang anak yang akan lahir pun sudah dibebankan hutang kepadanya. Benar bukan?

Berhutang memang bukanlah tindakan yang dilarang. Namun jika tak bisa berpandai diri ketika berhutang, maka akibatnya akan menjadi besar. Nabi telah mengingatkan kita melalui hadistnya :

Dari abu hurairah ra ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai ia dibayarkan”(HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih)

Hadits lain juga mengatakan, dari Abdullah bin amr, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “ semua dosa orang yang mati syahid diampuni, kecuali hutang”(HR. Muslim)

Sungguh banyak lagi hadits nabi yang mengingatkan kita mengenai hutang. Jika hadits-hadts itu kita renungi, maka kita akan berusaha menghindarkan diri dari hutang.

Berhutang memang sangat mudah. Tapi bagaimana dengan nanti ketika anda akan membayarnya. Akankah anda mampu untuk membayarnya kelak. Ya, semuanya tentu terserah pada diri anda. Namun, jika suatu saat ada hal-hal mendesak yang membuat anda harus berhutang, ya mau bagaimana lagi. Tapi semua itu harus dengan syarat PENUH PERHITUNGAN. “ saya meminjam uang ini, akan saya bayar nanti dengan uang yang saya dapatkan dari hasil ini”, itu misalnya.

Terlepas dari itu semua, saya menyarankan anda agar tidak membiasakan diri untuk berhutang. Lebih baik hidup kere daripada berhutang tapi kita tidak yakin bisa membayarnya.

Kebiasaan hidup di era modern ini memang membuat kita pusing. Gaya hidup manusia kian meningkat, sedangkan keadaan ekonomi sama sekali tidak menguntungkan. Bagi yang tidak sadar diri, sebisa mungkin dia akan mengusahakan agar tetap mampu mengikuti trend mewah yang ditawarkan saat ini. tak ada ranting, maka akar pun jadi. Tak ada duit, meminjam pun oke. Pepatah itulah yang cocok untuk menggambarkan keadaan ini.

Mari kita merenungi hadis nabi berikut ini, “ … dan, barang siapa merasa cukup dengan apa yang Allah berikan maka Allah akan mencukupkannya.

Seringkali manusia tidak merasa puas diri. Selalu merasa tidak cukup. Padahal Allah telah memberikan rizki yang cukup kepadannya. Tak ada seorangpun yang berusaha yang tidak mendapatkan apa-apa. Burung saja, ketika pagi hari dia melangkah pergi meninggalkan sarang untuk mencari makan, tidak akan pernah pulang tanpa secuil makanan. Apalagi kita manusia yang diberikan kelebihan akal untuk berpikir dan berusaha.

Saya ingin menceritakan sebuah kisah yang terjadi di sekeliling saya, kisah yang benar telah saya saksikan .

Seorang tetangga saya, sebut saja namanya rani. Kak rani ini selalu membisakan dirinya dengan hidup mewah. baju yang sudah dipakai sekali, tidak akan pernah dipakainya lagi. Sambal dan nasi hanya dimakan satu kali makan. Jika ada sisa, maka akan dibuang. Namun, tak jarang juga diberikannya kepada tetangga yang lain. Memang, gaya hidupnya sangat mewah.

Yang saya tau, dahulu dia memang bisa dibilang kaya. Karena kebetulan dia menikah dengan lelaki kaya. Suaminya mempunyai toko bangunan. tokonya itu terbilang kecil, namun banyak orang yang menjadi pelanggannya.

Tapi, kebiasaan hidup mewah kak rani telah menelan habis uang-uang suaminnya. Toko mereka berangsur-angsur menjadi bangkrut. Untuk menengahi masalah itu. sang istri meminjam uang kepada salah seorang tengkulak di kampung kami. Peminjaman uang berbunga. Katanya sih untuk memperbaiki lagi keadaan tokonya, tapi hingga sekarang sama sekali belum ada bukti. Ia malah membeli mobil baru dengan uang itu. dengan mobil itu, ia kembali melanjutkan hidup mewahnya. Belanja ke mall. Saya sendiri pernah melihatnya berbelanja habis-habisan di salah satu mall di padang.

Akhirnya, hutang itu tidak dapa dia bayarkan. Si tengkulak pun sudah berulang kali menemuinya untuk meminta uang itu. Namun dia selalu menuai rasa kecewa karena kak rani selalu mengutarakan janji dan janji. Hingga kemudian, si tengkulak melaporkan kak rani ke polisi. Namun sayang, sebelum dia ditangkap kak rani sudah lebih dulu melarikan diri. Naudzubillah.

Benar bukan, kata hutang memang menakutkan. Mulanya biasa berhutang dengan jumlah kecil, lama kelamaan akan berani berhutang dengan jumlah besar. ih, benar-benar menakutkan.

Bagi saya biarlah berpuasa karena tak punya uang atau berusaha meminta uang kepada ibu, kalau ada, daripada meminjam uang. Saya takut jika nanti saya tak dapat membayarnya. Bahkan meminjam sebanyak dua pulur ribu pun saya takut. Saya ingat dahulu, ketika saya kuliah semester tiga, karena tak punya uang, saya rela mencongkel kembali uang receh yang saya tabung. Dan ternyata teman satu kamar saya tahu dan merasa tersinggung. “ kamu ini, tidak punya uang bilang dong. Kamu kan tidak sendiri di sini, kalau aku ada uang, aku tidak mau membiarkanmu tak punya uang seperti ini”. Hmm.. tapi mau bagaimana. Saya takut berhutang.

Saya juga ingat kisah sahabat kental saya. Katanya untuk menghindarkan diri dari hutang, dia mencongkel uang receh yang ditabungnya. Ketika itu uang di dalamnya hanya berjumlah lima ribu. Dan katanya, dia sanggup hidup 10 hari dengan uang itu sampai kirimannya datang. hihi terkadang saya tertawa mengingat ceritanya. Sampai sekarang pun dia begitu. Kalau sudah akhir bulan, uang receh menjadi laku keras…


*** harapan penulis : jangan biasakan diri anda untuk berhutang***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar